Stop Bullying
Bully adalah perilaku kekerasan fisik ataupun mental yang dilakukan satu orang atau lebih dengan cara melakukan penyerangan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku kekerasan ini biasa terjadi di lingkungan sekolah dan umumnya menimpa anak-anak atau remaja yang secara fisik lebih lemah dari teman-teman sebayanya. Terkadang, anak yang dibully mungkin akan berbohong agar hal tersebut tidak diketahui oleh orang lain.
Oleh karena itu, sebagai orang tua Anda harus jeli melihat ciri perubahan tingkah laku anak, misalnya tidak semangat berangkat ke sekolah, prestasi belajar menurun, atau nafsu makan berkurang. Perubahan lainnya yang bisa tampak, seperti:
Tiba-tiba kehilangan teman atau menghindari ajakan pertemanan. Barang-barang miliknya sering hilang atau hancur. Mengalami gangguan tidur. Kabur dari rumah. Terlihat stres saat pulang sekolah atau usai mengecek ponselnya. Mungkin ada luka di tubuhnya.
Para pelaku bully harus segera dihentikan. Jika terus dibiarkan, perilaku ini bisa merusak anak Anda dan generasi muda. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa orang tua lakukan untuk mencegah tindakan bully:
Tanamkan nilai-nilai moral sejak dini. Ajak anak untuk bersama-sama menilai dan membedakan perbuatan yang baik dengan perbuatan yang tidak patut dilakukan pada sesama. Bangun komunikasi yang baik dengan anak, serta dampingi ia dalam proses tumbuh kembangnya. Anda juga bisa menasihati anak Anda agar berani melaporkan kepada pengajar di sekolah saat mengalami perilaku bully. Jika anak Anda merasa tidak dapat berbicara langsung, mungkin dia bisa menulis surat atau mengirim email kepada mereka. Bila anak Anda adalah pelaku bullying, maka ajaklah anak berdiskusi dan cari tahu penyebabnya. Beri ia penjelasan bahwa hal ini bukanlah perilaku terpuji, dan tidak dapat diterima. Orangtua bisa mengajak anak (baik pelaku maupun korban) untuk menjalani konseling agar pola pikir dan tingkah lakunya bisa lebih terarah dengan baik. Yang tak kalah penting, jadilah contoh teladan yang baik bagi anak. Sebab sadar atau tidak, anak akan mencontoh orang tua sebagai tolok ukur dalam bersikap. Dengan dukungan dan kerja sama dari orang tua dan guru, anak bisa menikmati proses belajar di sekolah tanpa tindakan bully. Bila Anda khawatir permasalahan bully memberi efek atau pengaruh yang mengganggu tumbuh kembang anak Anda, jangan ragu untuk
Sent from Catherine Iphone









