Kisah Bagas yang menginspirasi

Usia Bagas masih sangat belia, tatapi beban hidup yang harus di tanggungnya sangat berat. Bayangkan di saat anak-anak lain seusianya yang nasibnya lebih beruntung masih pulas tertidur di atas kasur yang lembut dan dalam dekapan selimut yang hangat, Bagas sudah bergegas ke jalan raya di dekat terminal Bus Tanjung Priok untuk “mengamen” bersama sang bunda tercinta.
Bagas harus bekerja keras dari pagi sampai larut malam. Pernah karena kelelahan Bagas sampai menderita sakit yang lumayan parah bahkan tak jarang pada saat mengamen Bagas mengeluarkan darah dari mulutnya karena menahan sakit yang dideritanya.
Tak jarang Bagas hanya bisa makan satu kali dalam sehari karena uang hasil mengamen yang didapatnya harus di bagi dengan anggota keluarganya yang lain.
Tetapi Bagas tetap mwmiliki semangat yang tinggi untuk datang ke PAUD Harum Bunga Tanjung untuk menimba ilmu. Bagas sabgat senang belajar di sana terlebih lagi pada hari Senin karena ada pelajaran Ektra Kurikuler Lego bersama Rhobot Indonesia.
Tetap semangat Bagas. Hidup memang kadang tidak berpihak pada kita. Tetap gapai dan raih cita citamu dan selalu menjadi kebanggaan kedua orang tuamu. Ingat Tuhan selalu bersama kita. Jujur dan rendah hati adalah kunci keberhasilanmu.

Sent from Catherine Iphone

Total Page Visits: 613 - Today Page Visits: 1